NADIKABAR.COM — Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyiapkan lahan seluas 1.500 hektare untuk perkebunan tebu. Andi Asman pun menargetkan daerah yang dipimpinnya menjadi lumbung tebu di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Hal itu disampaikan Andi Asman saat melakukan tanam perdana tebu di kebun Balieng, Desa Balieng, Kecamatan Sibulue, Sabtu (29/8). Kegiatan itu dihadiri Dirjen Perkebunan yang diwakili Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Plt Kadis TPHBUN Sulsel, dan Direktur utama PT SGN, serta Forkopimda Bone.
"Tentu kita mendorong Kabupaten Bone tidak hanya dikenal sebagai salah satu daerah penghasil pangan utama, tetapi juga mampu berkembang menjadi salah satu lumbung tebu di Sulawesi Selatan. Kita akan menyiapkan lahan seluas 1.500 hektare," ujar Andi Asman dalam paparannya, Sabtu (29/8/2026).
Dia mengatakan, Bone memiliki potensi lahan dan sumber daya pertanian yang dapat dikembangkan untuk mendukung peningkatan produksi tebu. Dia memastikan pengembangan komoditas tebu dilakukan secara terencana, mulai dari perluasan areal tanam, peningkatan produktivitas hingga penguatan kemitraan dengan pihak terkait.
"Potensi perkebunan kita sangat besar. Ke depan sektor ini akan menjadi salah satu fokus pengembangan daerah. Hari ini kita melakukan tanam perdana saja," katanya.
Dia menegaskan pengembangan tebu tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan produksi. Dia ingin menciptakan ekosistem perkebunan yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya petani.
Kemudian, program pengembangan tebu juga mencakup upaya peningkatan produktivitas melalui penerapan teknologi dan pola budidaya yang lebih baik. Pengembangan tersebut dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Bone.
"Harapan kita tidak ada lagi keraguan bagi petani tebu rakyat. Dengan dukungan sarana produksi yang memadai dan dua pabrik besar yang berdiri, seluruh potensi ini harus dimaksimalkan. Kita ingin petani semakin yakin mengembangkan tebu karena pasarnya jelas. Insyaallah, harga tebu akan tetap aman dan memberikan kesejahteraan bagi petani sepanjang masa," jelas Andi Asman.