NADIKABAR.COM — Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut langsung kedatangan rombongan penari Gandrung Sewu 2026 asal Palembang dan Lampung (Sumatera) yang selamat dari kebakaran kapal feri di penyeberangan Merak-Bakauheni.

Selama perjalanan menuju Banyuwangi, para penari didampingi dan difasilitasi oleh Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Sumatera Selatan.

"Alhamdulillah kami sangat bersyukur para penari maupun pendamping selamat dan bisa sampai ke Banyuwangi," kata Bupati Ipuk di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat.

Dia mengaku salut atas semangat para penari asal Palembang dan Lampung itu yang memutuskan tetap melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi untuk tampil di Gandrung Sewu, pada Sabtu (24/10) malam.

"Meski masih trauma, dan bahkan juga ada yang cedera ringan, tapi mereka tetap bersemangat untuk tampil di Gandrung Sewu. Kami juga berterima kasih atas solidaritas Ikawangi yang turut membantu segala kebutuhan para penari hingga bisa sampai ke Banyuwangi," kata Ipuk.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk juga menyerahkan aksesoris Gandrung Sewu kepada para penari, seperti selendang, kipas dan KTP.

"Kemarin video-call mereka sangat sedih juga karena kostum, kipas dan selendang untuk menari gandrung ikut terbakar, kami juga bantu urus KTP mereka yang hilang. Keperluan mereka selama di Banyuwangi hingga pulang nanti akan dibantu pemkab," tutur dia.

Salah seorang penari Gandrung Sewu, Fitri, mengaku bersyukur bisa selamat dari peristiwa kebakaran kapal tersebut.

"Puji Tuhan kami diberi keselamatan, dan kami sangat bersemangat untuk tampil di Gandrung Sewu," katanya.

Pergelaran Gandrung Sewu 2026 akan berlangsung di Pantai Marina Boom, pada Sabtu (24/10) mulai pukul 18.30 WIB, dan tahun ini terdapat 1.300 penari, dan 200 penari di antaranya dari luar Banyuwangi yang turut berpartisipasi, di antaranya dari Palembang, Lampung, Jakarta, Bali, Malang dan Pasuruan.