Menurut Bupati Fawait, ketergantungan pada satu jalur pasokan sangat berisiko. Oleh karena itu, Pemkab Jember bergerak cepat mendorong Pertamina pusat untuk membuka rute distribusi cadangan demi menjaga stabilitas stok di masa depan.

"Selama ini, kebutuhan BBM di Jember bergantung penuh pada suplai tunggal dari depo Banyuwangi. Kami mendorong hadirnya jalur distribusi alternatif dari wilayah seperti Malang atau Surabaya," ujarnya.

Pria yang karib disapa Gus Fawait itu menyebutkan, tak hanya menyoal rute pengiriman, pemetaan Pemkab Jember juga menemukan masih banyaknya kecamatan di pelosok yang belum tersentuh keberadaan SPBU resmi. Masalah ketimpangan ini menjadi perhatian serius untuk segera diselesaikan melalui investasi daerah.

"Kami mengundang para investor untuk mendirikan SPBU baru di kecamatan yang belum terjangkau. Selain memastikan pasokan bahan bakar merata sampai ke pelosok, upaya ini juga membuka lapangan kerja baru bagi warga lokal sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah," paparnya.