Mudarta menjelaskan proses perubahan status legalitas armada juga masih berlangsung. Saat ini, bus tersebut menggunakan pelat merah karena masih berada di bawah pengelolaan Dishub Bali dan selanjutnya akan diproses menjadi kendaraan angkutan umum berpelat kuning.

Sebanyak 11 unit bus listrik yang disiapkan merupakan hibah dari Global Green Growth Institute (GGGI), lengkap dengan fasilitas pengisian daya.

Berdasarkan kajian teknis, seluruh armada akan dialokasikan untuk melayani Koridor I Trans Sarbagita dengan rute GOR Ngurah Rai menuju Garuda Wisnu Kencana (GWK). Sejumlah bus tetap disiapkan sebagai armada cadangan untuk menjaga kelancaran layanan.

Stasiun pengisian daya disiapkan di kantor Dishub Bali untuk penggunaan pada malam hari dan di kawasan GOR Ngurah Rai pada siang hari.

Setiap bus memiliki kapasitas 20 tempat duduk dan 10 penumpang berdiri. Menurut Mudarta, kendaraan tersebut mampu menempuh jarak hingga 300 kilometer dengan baterai terisi penuh.