Indonesia memiliki pasar domestik, kapasitas produksi, pelaku usaha, dan basis investor dalam negeri yang dapat menjadi penyangga saat sentimen eksternal memburuk.

Namun menyerukan "Buy Indonesia" bukan berarti mengabaikan masalah yang ada. Kepercayaan tidak dibangun hanya lewat seruan membeli saham; optimisme tanpa pengelolaan risiko yang baik tidak cukup.

Dukungan terhadap ajakan itu harus diterjemahkan menjadi agenda konkret: menjaga kepercayaan, memperbaiki tata kelola pasar modal, dan memastikan investasi domestik bertumpu pada fundamental ekonomi yang kuat.