NADIKABAR.COM — Provinsi Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,34% secara month to month (m-to-m) pada Agustus 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang tercatat 0,21%.
"Pada bulan Agustus 2026, Provinsi Jawa Timur mengalami inflasi secara m-to-m sebesar 0,34%, secara year to date (y-to-d) 1,28% dan year on year (y-on-y) 3,32%," ujar Plt Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Ir Herum Fajarwati dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026).
Herum mengatakan, terdapat sejumlah peristiwa yang memengaruhi inflasi Jatim pada Agustus 2026. Salah satunya kenaikan permintaan bahan pangan pada momen peringatan Kemerdekaan dan Maulid Nabi Muhammad SAW.
"Kenaikan permintaan akan bahan pangan pada momen peringatan kemerdekaan serta Maulid Nabi Muhammad SAW mendorong kenaikan harga beberapa bahan pangan selama bulan Agustus 2026, khususnya produk-produk hasil peternakan, seperti daging ayam ras dan daging sapi," tuturnya.
Di sisi lain, sejumlah komoditas hortikultura mengalami penurunan harga. Bawang merah, bawang putih, dan tomat turun seiring meningkatnya pasokan selama musim panen pada Agustus 2026.
Pergerakan harga emas global juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga jual di pasar domestik. Kenaikan harga emas dunia berdampak pada meningkatnya harga emas perhiasan di tingkat konsumen.