"Baik itu getaran suara yang didengarkan oleh telinga dan melewati media kaca ya, masyarakat yang mendengarkan itu ya, atau merasakan itu, getaran kaca ya, jadi sekitar 2-3 MMI walaupun getarannya tidak cukup besar," bebernya.
Dia menambahkan berdasarkan rekaman sinyal seismograf, fenomena tersebut tidak menunjukkan karakteristik gempa bumi yang bersumber dari aktivitas tektonik maupun vulkanik.
"Karena sinyalnya itu kita lihat terlalu dekat ya, tim redaksi gelombang P dan S. Jadi ini masih perlu dikaji ya, karena kita harus melihat lokasinya," pungkasnya.
Diketahui, sejumlah warga di Gorontalo mengaku melihat cahaya misterius di atas langit pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 00.15 Wita. Cahaya misterius itu disertai dengan suara dentuman keras.
"Ya saya melihat ada cahaya terang jalan melintas di atas langit, kalau saya lihat mirip meteor. Baru suaranya dentuman keras terdengar dengan jelas," kata warga Kecamatan Limboto, Ika Biga dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Sabtu (12/9).