Melalui program tersebut, sampah organik diharapkan dapat dikelola dengan lebih baik sehingga mengurangi penumpukan sampah dan mendukung kebersihan lingkungan.
Selain itu, keberadaan biopori jumbo diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
"Dengan penambahan titik biopori jumbo secara bertahap, Kelurahan Cakung Barat berupaya mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan berkelanjutan," ucap Yasir.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Timur mengandalkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) dan biopori untuk mengelola sampah di Jakarta Timur sekaligus menekan ketergantungan terhadap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.