Adapun terkait operasional, algoritma canggih digunakan untuk menganalisis arus pergerakan jemaah dan memprediksi periode kepadatan. Sistem tersebut membantu pengaturan kelompok jemaah agar pergerakan dalam jumlah besar dapat dikelola lebih efektif.
Tak sampai di situ, pemanfaatan AI juga merambah ke bidang transportasi dalam penyelenggaraan haji. Kementerian menganalisis pergerakan bus dan menggunakan teknologi untuk mengoptimalkan rute perjalanan tim redaksi situs-situs suci.
Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi mobilitas jemaah sekaligus membantu pengambilan keputusan operasional ketika musim haji maupun umrah berlangsung. Dengan volume jemaah dalam jumlah besar, analisis pergerakan dan prediksi waktu puncak dapat digunakan untuk menentukan bagaimana arus jemaah dan transportasi perlu diatur.