Menurutnya, perusahaan perlu membangun Canva kembali ke prinsip awal, yaitu memiliki tim-tim kecil dengan wewenang dan kebebasan untuk mengambil keputusan, bertanggung jawab atas pekerjaan mereka, serta berfokus pada hal-hal terpenting bagi komunitas mereka.

Ia turut mengaku bahwa pihaknya telah mempertimbangkan berbagai alternatif, selain memangkas sejumlah karyawannya. Namun, akhirnya mereka sampai pada keputusan untuk melakukan perombakan yang besar di perusahaan.

"Setelah mempertimbangkan berbagai alternatif, saya sampai pada kesimpulan sulit bahwa perubahan kecil saja tidak akan cukup," kata Perkins.

"Untuk mempersiapkan perusahaan menghadapi satu dekade mendatang, kita perlu membangun kembali Canva dengan kembali ke prinsip awal, yaitu tim-tim kecil yang memiliki wewenang dan kebebasan untuk mengambil keputusan, bertanggung jawab atas pekerjaan mereka, serta berfokus pada hal-hal yang paling penting bagi komunitas kami," tambah.