NADIKABAR.COM — Aktor Endy Arfian menggunakan pendekatan berbeda untuk memerankan Bimo dan Raka dalam film komedi keluarga “Kembar Tak Sama”, mulai dari membangun kepribadian hingga memperhatikan detail penampilan dan aroma parfum kedua karakter.

Endy mengatakan proses pendalaman dilakukan secara bertahap dengan mempelajari karakter Bimo terlebih dahulu, kemudian beralih ke Raka. Keduanya memiliki kepribadian dan latar keluarga berbeda sehingga membutuhkan penyesuaian dalam cara berbicara, bersikap, serta merespons situasi.

“Prosesnya lumayan menantang. Aku pelajari karakter Bimo dulu, setelah itu lanjut ke karakter Raka. Aku berusaha membedah satu per satu sampai karakternya terasa pas, termasuk relasi antara masing-masing karakter,” kata Endy dalam konferensi pers produksi film tersebut di Jakarta, Senin.

Bimo digambarkan sebagai sosok ekstrovert yang santai, mudah bergaul, dan berani mengungkapkan pendapat. Sementara itu, Raka lebih kalem, pendiam, dan tidak mudah terbuka kepada orang lain.

Perbedaan karakter tersebut juga diperkuat melalui detail visual dan aroma. Endy mengungkapkan bahwa gaya rambut kedua tokoh dibuat berbeda, dengan penampilan Bimo yang lebih berantakan dan Raka yang lebih rapi.

Ia bahkan membeli beberapa parfum untuk membantu membangun identitas masing-masing tokoh. Menurut Endy, Raka memiliki aroma yang lebih menyengat, sedangkan detail tersebut menjadi salah satu pendekatan untuk membedakan karakter ketika harus berganti peran.

Tantangan lainnya adalah berpindah karakter tanpa jeda dalam adegan tertentu. Endy harus menyesuaikan respons dan pembawaan agar perbedaan Bimo dan Raka tetap terlihat meskipun keduanya diperankan oleh aktor yang sama.

Film garapan Damar Rizal Marzuki itu mengisahkan Bimo dan Doni, dua saudara kembar yang tidak memiliki kemiripan fisik maupun sifat. Konflik berkembang ketika Raka, seorang mahasiswa film yang memiliki wajah identik dengan Bimo, muncul tanpa hubungan kekerabatan.

“Kembar Tak Sama” diproduksi melalui kerja sama MBK Productions dan Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Pengambilan gambar utama dijadwalkan dimulai pada 27 Oktober 2026, sedangkan film tersebut diproyeksikan tayang di bioskop Indonesia pada 2027.