Selain orientasi akademik, PKKMB Untag Surabaya 2026 juga menerapkan konsep eco-campus secara nyata. Panitia melarang penggunaan air minum dalam kemasan sekali pakai dan mewajibkan seluruh peserta membawa tempat minum sendiri atau tumbler.
Ketua Pelaksana PKKMB Untag Surabaya 2026, Yusrida Muflihah, mengatakan gerakan peduli lingkungan tersebut berhasil memangkas ribuan sampah plastik selama acara berlangsung.
"PKKMB tahun ini tidak lagi menggunakan air kemasan. Kami mendorong mahasiswa baru membawa tumbler pribadi. Dari acara besar ini, terbukti kami dapat mengurangi penggunaan botol plastik sebanyak 8.400 botol," kata Yusrida.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan yang dipimpin langsung oleh Rektor. Penyematan jas almamater dilakukan secara simbolis oleh masing-masing dekan kepada sembilan perwakilan mahasiswa baru, sebelum akhirnya diikuti serentak oleh seluruh peserta sebagai tanda resmi bergabungnya mereka di Untag Surabaya.