NADIKABAR.COM — Sejumlah warga negara asing (WNA) tertahan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, hari ini. Musababnya, belasan penerbangan di Bandara Ngurah Rai dibatalkan imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Para penumpang rute Bali-Jakarta terlihat memadati satu-satunya bandara komersial di Pulau Dewata itu. Salah satunya Nick, pria asal Australia. Nick seharusnya terbang dari Bali menuju Jakarta sekitar pukul 17.30 Wita pada Minggu (6/9/2026). Namun, penerbangannya dibatalkan.
"Kami mau ke Jakarta sekarang, tapi tampaknya penerbangannya dibatalkan. Kami coba lihat apakah bisa dapat penerbangan baru untuk besok dan lihat bagaimana nanti," ujar Nick saat ditemui di Bandara Ngurah Rai, Minggu.
Nick menuturkan dirinya berada di Indonesia untuk menghadiri sebuah pertemuan di Jakarta pada Rabu (9/9). Sebelum ke Jakarta, ia berencana menunggu temannya di Bali.
"Saya berharap bisa dapat penerbangan baru secara gratis. Tapi perasaan saya mengatakan mereka akan meminta kami melakukan refund penerbangan, lalu membeli tiket baru. Ini cukup menyusahkan karena sebenarnya kami cuma ingin ini semudah mungkin," imbuh Nick.
WNA lainnya, Martin, juga turut terdampak pembatalan penerbangan di Bandara Ngurah Rai. Pria Belanda itu seharusnya terbang dari Bali menuju Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Amsterdam.
Martin seharusnya berangkat dari Bali sekitar pukul 18.30 Wita. Ia baru mendapat informasi mengenai pembatalan tersebut sekitar dua hingga tiga jam sebelum jadwal keberangkatan. Kini, ia berharap maskapai dapat menyediakan rute alternatif agar bisa segera kembali ke Belanda.
"Saya hanya berharap apakah mereka bisa mengalihkan penerbangan saya karena saya tidak harus ke Jakarta. Saya hanya butuh penerbangan pengalihan rute ke tempat lain, lalu terbang kembali ke Amsterdam jika memungkinkan," ujar Martin.
Di sisi lain, Martin mengatakan izin tinggalnya di Indonesia tersisa tujuh hari sebelum visanya berakhir. Ia berharap penerbangannya dapat terselesaikan sebelum batas waktu tersebut.
"Saya masih punya sisa tujuh hari lagi. Mudah-mudahan dalam tujuh hari semuanya bisa terselesaikan," pungkas Martin.
Diberitakan sebelumnya, erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap sejumlah penerbangan di Bandara Ngurah Rai, Bali. Sebanyak 17 penerbangan dari dan menuju Jakarta mengalami pembatalan dan penyesuaian jadwal hingga pukul 10.00 Wita pada Minggu (6/9).
"Sehubungan dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, dapat kami sampaikan bahwa terdapat sejumlah penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang mengalami pembatalan dan/atau penyesuaian jadwal penerbangan," ujar Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi, Minggu.
Meski demikian, operasional penerbangan dan pelayanan di Bandara Ngurah Rai secara umum tetap berjalan normal dan optimal. Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) dan AirNav Indonesia juga terus memantau ruang udara yang terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.