Meski harus menunggu lama, Wahyu memilih tetap bertahan di barisan peron. Menurutnya, rute ini memiliki potensi besar untuk memangkas waktu tempuh Jakarta Selatan menuju Jakarta Utara. Meski begitu, Wahyu menyebut kapasitas operasional LRT Jakarta masih perlu terus dievaluasi.

"Harusnya efektif ya karena rute Jaksel-Jakut itu nggak banyak. Ada juga busway yang ke Priok sama Pluit. (Kalau) KRL harus transit. Tapi kalau hari biasa juga tetap seramai ini nggak kondusif sih. Nggak tahu juga kalau hari biasa sepadat ini apa enggak," imbuh dia.

Di sisi lain, panjangnya antrean membuat sejumlah calon penumpang mengurungkan niat untuk mencoba LRT Kelapa Gading-Manggarai. Salah satunya Lina (24), warga Jakarta Selatan, yang berniat mengajak sang ibu mencoba rute baru tersebut.

"Ngantrinya panjang banget, ibu saya nggak kuat nunggunya," ungkap Lina saat memilih putar balik menuruni tangga peron.

"Tadinya mau ngajakin ibu cobain LRT ini, tapi kayaknya kesiangan jadi udah ramai banget di atas. Pas naik ke atas udah panjang antreannya, jadi kita pulang aja. Nanti kapan-kapan coba lagi," pungkasnya.