Chris Killian juga memuji cara film tersebut mengolah kisah masa lalu Matt Hagen menjadi tontonan body horor yang brutal.

"Clayface luar biasa! Film ini mengolah kisah masa lalu Matt Hagen yang tragis menjadi tontonan penuh adegan berdarah yang liar. Ada sejumlah adegan horor tubuh yang sangat unik dan bakal membuat penonton bergidik," tulisnya.

"Namun, hal yang paling saya sukai adalah film ini juga menjadi penghormatan yang menyentuh terhadap era film romansa gotik klasik yang telah berlalu," sambungnya.

Sementara itu, MovieZine menggambarkan Clayface sebagai perpaduan Joker dan The Substance dalam latar Gotham City. Mereka menilai film tersebut menghadirkan horor tubuh yang gelap dan tragis, meski sesekali terasa konyol.

"Joker bertemu The Substance di Gotham City. DC menghadirkan horor tubuh yang gelap dan tragis pada musim horor kali ini. Terkadang sedikit konyol, tetapi dipenuhi adegan berdarah. Beberapa adegannya begitu intens hingga saya tidak sanggup menontonnya," tulis MovieZine.

"Clayface adalah film horor yang sangat mengerikan dan sama sekali tidak menahan diri. Film ini benar-benar mengeksplorasi gambaran-gambaran menjijikkan," tulis DCU Brief.

"Menariknya, film ini juga lucu. Ceritanya bergerak dari suasana yang sangat suram menuju sesuatu yang nyeleneh, penuh warna, dan absurd. Perubahan nada yang menyegarkan ini membuktikan bahwa DCU bisa menghadirkan berbagai hal," sambungnya.