Selama tidak melaut, Waris memilih memanfaatkan waktunya untuk memperbaiki alat tangkap. Ia memperbaiki jaring, mengganti atau memasang kembali timah pemberat yang lepas, hingga memperbaiki tali yang putus.

"Kalau tidak melaut ya memperbaiki jaring. Ada timah yang lepas, tali putus, itu dibenahi dulu," jelasnya.

Waris juga menyebut, kondisi cuaca sulit diprediksi. Ia mengaku sempat berharap angin dan gelombang mereda setelah tanggal 17, namun kenyataannya kondisi laut justru kembali semakin kencang.

"Prakiraan cuaca kadang sulit dipastikan. Setelah tanggal 17 malah angin dan ombak semakin kencang, bukan mereda," ungkapnya.

Menurut Waris, bagi nelayan keselamatan harus menjadi prioritas dibandingkan hasil tangkapan. Sebab, memaksakan diri melaut dalam kondisi ekstrem bukan hanya berpotensi membuat nelayan pulang tanpa hasil, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa.