Rencana konser yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 24 Oktober 2026 itu pun tidak memperoleh izin penyelenggaraan.
Penyanyi P!nk menuai kritik pada September 2026 setelah mengkritik pernyataan rapper Macklemore yang menyuarakan dukungan terhadap Palestina. Kontroversi bermula ketika Macklemore menyerukan "Free Palestine" dalam konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 dan 5 September 2026.
P!nk kemudian membagikan unggahan dari kelompok StopAntisemitism yang menyebut penampilan Macklemore sebagai propaganda anti-Israel. Ia juga membantah pernyataan mengenai tindakan Israel di Gaza yang disebut sebagai genosida.
Pada 11 September 2026, Swifties Against Genocide meluncurkan petisi di Change.org yang mendesak UNICEF mencopot P!nk dari posisinya sebagai duta organisasi tersebut.
Petisi itu menilai komentar P!nk tidak sesuai dengan perannya sebagai duta UNICEF dan telah mengumpulkan lebih dari 195 ribu tanda tangan pada 25 September 2026.
Aktor Javier Bardem turut menyebarkan petisi tersebut melalui Instagram Story sejak 21 September 2026. P!nk sendiri telah menjadi duta UNICEF sejak 2015.
P!nk kemudian memberikan klarifikasi melalui media sosial. Ia mengatakan tidak sepakat dengan seluruh bahasa yang digunakan dalam unggahan yang sebelumnya ia bagikan.
"Unggahan ulang bukanlah sebuah pernyataan, dan meme bukanlah sebuah pendirian," tulisnya. "Media sosial membuat kita semua murahan dan cepat, dan kita semua mengetahuinya."
P!nk juga menegaskan bahwa keberatannya bukan ditujukan pada seruan Macklemore "Bebaskan Palestina" ataupun hak sang rapper untuk menyampaikannya.
"Saya tidak pernah meminta artis lain untuk dibungkam dan saya tidak meminta itu sekarang," katanya. "Saya tidak perlu ada yang dipecat, dan saya tidak perlu pengembalian uang."
Sejumlah artis dan figur publik dunia menghadapi kecaman hingga seruan boikot akibat pernyataan atau aktivitas mereka yang dinilai menunjukkan dukungan terhadap Israel di tengah konflik Israel-Palestina.
Kontroversi tersebut memiliki dampak beragam, mulai dari kritik di media sosial, pembatalan agenda publik, hingga desakan agar film dan konser mereka diboikot. Namun, tidak semua kasus berujung pada boikot resmi atau pembatalan pekerjaan.
Aktris asal Israel, Gal Gadot, dikenal lewat perannya sebagai Wonder Woman. Ia menjadi sasaran kritik karena blak-blakan mendukung Israel.
Pada 8 Oktober 2023, Gadot mengunggah pesan di Instagram bertuliskan, "Saya membela Israel, Anda juga seharusnya demikian. Dunia tidak boleh bersikap netral ketika tindakan teror yang mengerikan ini terjadi!"
Ia juga menyuarakan dukungan bagi pembebasan sandera yang ditahan Hamas. Mantan tentara Israel tersebut terus memberikan advokasi atas hak para sandera.
Sikap tersebut memicu seruan boikot dari kelompok pro-Palestina. Seruan itu kembali menjadi sorotan ketika film Snow White yang dibintangi Gadot menghadapi kampanye boikot pada 2025, antara lain karena latar belakangnya sebagai mantan anggota militer Israel dan pandangannya terkait konflik tersebut.
Kementerian Ekonomi Lebanon juga melarang perilisan Wonder Woman pada 2017. Ia dianggap terlibat dalam perang bersama Israel karena Gadot merupakan warga negara Israel dan pernah menjalani wajib militer di negara tersebut.
Sementara itu, Gadot dipastikan tidak kembali memerankan Wonder Woman dalam era baru DC Universe (DCU) di bawah kepemimpinan James Gunn dan Peter Safran. Namun, belum ada bukti yang mengonfirmasi bahwa keputusan tersebut berkaitan langsung dengan seruan boikot terhadap dirinya.
Noah Schnapp, pemeran Will Byers dalam serial Stranger Things, menuai kontroversi setelah video dirinya bersama sejumlah orang yang memegang stiker bertuliskan "Zionism Is Sexy" dan "Hamas Is ISIS" beredar pada November 2023.
Imbas video tersebut, fan Stranger Things mengancam akan boikot penayangan musim terakhir apabila Noah Schnapp masih membintangi serial tersebut.
Selain video tersebut, Schnapp juga pernah mengunggah pesan yang mendukung Israel setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Salah satu pesannya menyebut, "You either stand with Israel or you stand with terrorism."
Sikap tersebut memicu kecaman dan seruan boikot terhadap Schnapp serta serial Stranger Things di media sosial.