BMKG menjelaskan, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial diprakirakan aktif pada 20-21 Oktober 2026 di sekitar Aceh, Kalimantan bagian utara, dan perairan utara Papua. Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di Samudra Hindia sebelah barat Aceh dan Laut Andaman, sedangkan Gelombang Kelvin diprakirakan aktif di sebagian Sumatera bagian selatan, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Aktivitas gelombang atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah yang didukung oleh kondisi atmosfer yang labil dan pemusatan massa udara, meskipun secara umum curah hujan masih diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah.

Selain itu, keberadaan sirkulasi siklonik di Laut Andaman, Laut Cina Selatan, dan perairan utara Kalimantan Barat, serta pengaruh tidak langsung Siklon Tropis Champi di timur Filipina, turut memengaruhi pola pergerakan angin regional. Daerah pertemuan dan perlambatan angin diprediksi terbantuk di sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Papua, yang dapat meningkatkan pemusatan massa udara dan mendukung pertumbuhan awan hujan.