Ia menilai pergerakan indeks akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen, mulai dari kinerja emiten perbankan hingga arah kebijakan suku bunga AS.

Pasar akan mencermati rilis kinerja emiten perbankan yang sejauh ini diperkirakan masih menunjukkan pertumbuhan moderat. Meski demikian, kinerja tersebut diharapkan dapat membantu memperbaiki pergerakan IHSG.

Investor juga akan memantau perkembangan MSCI terhadap Indonesia serta kinerja lembaga penyelenggara mandiri (self-regulatory organization/SRO) untuk melihat apakah keduanya dapat membawa sentimen positif bagi pasar.

"Pergerakan IHSG sepekan ke depan diperkirakan terbatas. Pasar akan mencermati kinerja emiten perbankan, perkembangan MSCI terhadap Indonesia, serta hasil FOMC Meeting di tengah sikap The Fed yang masih cenderung hawkish," kata Herditya.

Selain itu, pasar akan menantikan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada pekan depan. Secara konsensus, The Fed diperkirakan masih berpeluang mempertahankan suku bunga.

Namun, sikap bank sentral AS yang masih hawkish membuka peluang kenaikan suku bunga acuan atau FFR setidaknya satu kali sepanjang 2026.

Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya pun merekomendasikan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk atau AMMN, PT Buana Lintas Lautan Tbk atau BULL, serta PT Gudang Garam Tbk atau GGRM.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.