"Australia merupakan salah satu pasar ekspor yang telah lama kami kembangkan. Produk DAHANA telah beberapa kali diekspor untuk memenuhi kebutuhan industri di Australia. Melalui IMARC 2026, kami ingin memperkuat hubungan dengan mitra yang sudah ada sekaligus membuka peluang kerja sama baru, baik dalam penyediaan produk maupun layanan pertambangan terintegrasi," ujar Abdul Haris Atbaro.

Lebih lanjut, Abdul Haris menegaskan bahwa DAHANA terus berupaya meningkatkan daya saing melalui inovasi produk, pengembangan teknologi, serta peningkatan kualitas layanan. Transformasi perusahaan dari produsen bahan peledak menjadi penyedia solusi pertambangan terintegrasi diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan, khususnya dalam mendukung efisiensi, keselamatan, dan produktivitas operasional pertambangan.

Keikutsertaan DAHANA dalam IMARC 2026 diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas, memperkuat jejaring kemitraan internasional, serta meningkatkan kepercayaan terhadap produk bahan peledak buatan Indonesia. Melalui langkah ini, DAHANA berkomitmen untuk terus memperluas kontribusinya dalam rantai pasok industri pertambangan global sekaligus membawa produk dan teknologi nasional bersaing di pasar internasional.