Ia menjelaskan penyelenggaraan NAF dilatarbelakangi oleh ketimpangan antara kontribusi kawasan Asia terhadap pertumbuhan ekonomi global dan aliran modal yang masuk ke kawasan.

Menurutnya, kawasan Asia khususnya Asia Tenggara, telah berkontribusi sekitar 60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi dunia, namun hanya menerima kurang dari 30 persen dari total modal yang beredar secara global.

β€œArtinya, ada ketidakseimbangan. Kontribusi Asia terhadap pertumbuhan dunia mencapai sekitar 60 persen, tetapi modal global yang mengalir ke kawasan ini kurang dari 30 persen ” ujar Pahala.

Pahala menilai akses terhadap permodalan diperlukan untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sehingga NAF diharapkan dapat mempertemukan pemilik modal global dengan peluang investasi di kawasan Asia sekaligus meningkatkan aliran investasi ke Indonesia.