Windra menambahkan, aktivitas tambang ilegal juga telah menelakan korban. Dia menyebut, seorang pelajar berusia 15 tahun tewas tertabrak tronton yang membawa eskavator yang bekerja pada tambang ilegal pada Sabtu (5/9) lalu.

"Kekesalan saya juga karena ada tronton yang tabrak pelajar itu, itu saya yakin seyakin-yakinnya ekskavator itu dari Desa Marinding, dimana alat itu digunakan melakukan penambangan, saya jengkel sekali lihat itu," ungkapnya.

"Makanya saya coba perintahkan ke jajaran saya komunikasi dengan Kapolres, makanya tanpa saya sampaikan juga saya bertanggung jawab apa yang terjadi di atas, karena itu sudah komitmen kita semua. Forkopimda sudah komitmen dan bertanda tangan dan setelah itu penertiban, kalau setelah itu masih terjadi kegiatan ilegal diatas kami juga punya kewajiban gerak sendiri, kami tertibkan," pungkasnya.