Proses perkembangan usaha Nilam terjadi berbarengan dengan perubahan sistem pembayaran upah pekerja perkebunan di wilayah tersebut. Para pekerja yang sebelumnya menerima upah secara tunai melalui mandor, mulai memanfaatkan layanan perbankan yang mendorong kebutuhan tarik tunai.
Untuk memberikan keleluasaan pada masyarakat, Nilam membuka layanan mulai pukul 07.00 hingga 23.00. Gerainya menjadi alternatif ketika kantor bank belum buka, antrean di bank terlalu panjang, atau mesin ATM kehabisan uang tunai.
Perjalanan usaha Nilam itu didampingi Sri Wahyuni, Petugas Penunjang Bisnis Keagenan (PPBK) Branch Office BRI Medan Gatot Subroto. Melalui komunikasi yang dibangun bersama para agen, Wahyuni mendukung pengembangan usaha dan keberlanjutan layanan BRILink Agen.
Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny mengatakan bahwa perjalanan Nilam mencerminkan peran BRILink Agen dalam memperluas akses keuangan, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.