Selain perubahan strategi lawan, Felisha mengungkapkan kondisi arena pertandingan turut menjadi tantangan. Ukuran gedung yang tidak terlalu besar dan tinggi membuat karakter laju kok berbeda dibandingkan turnamen lainnya.

"Di penyesuaian lapangan cukup ada kendala, karena di sini hall-nya tidak besar dan tidak tinggi jadi tekanan shuttlecock juga jauh berbeda dari pertandingan lain, apalagi saat game kedua," kata Felisha.

Sementara itu, Dejan mengungkapkan pasangan Jerman memiliki keunggulan dari kekuatan smes pemain putra serta kemampuan mengembalikan kok yang menyulitkan mereka untuk mematikan lawan.

Meski menghadapi wakil tuan rumah, Dejan mengaku tidak merasakan tekanan berarti dari penonton karena suasana pertandingan relatif sepi.

"Melawan wakil tuan rumah untuk tekanan dari suporter tidak terlalu berasa karena tidak banyak penonton di sini, jadi seperti main biasa aja," ujar Dejan.