Aswen Susisyo Utomo, wakil sekretaris jenderal di Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok yang juga kepala delegasi tersebut, menyampaikan bahwa penekanan pedagang Shanxi pada pemenuhan komitmen dan pemeliharaan kepercayaan sangat selaras dengan nilai-nilai bisnis yang sejak lama dipegang teguh oleh para wirausahawan Tionghoa di IndonesiaDi Museum Jinci, rombongan delegasi tersebut berjalan-jalan di antara bangunan kuno dan taman yang indah, mengagumi pohon cemara berumur seribu tahun, aliran air di Mata Air Nanlao, dan Panggung Shuijing, sebuah teater opera kuno, yang berhiaskan ornamen rumit. Kunjungan itu menawarkan gambaran sekilas tentang pesona khas taman persembahan tradisional di Tiongkok utara.Delegasi tersebut juga mengunjungi Museum Shanxi, di mana benda-benda pameran mulai dari artefak perunggu Dinasti Shang (1600-1046 SM) yang berharga, termasuk bejana anggur ritual berbentuk burung hantu, hingga pameran yang menelusuri perkembangan budaya pedagang Shanxi menawarkan gambaran komprehensif tentang sejarah daerah itu.

Pertukaran timbal balik tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan antarmasyarakat dan saling pengertian melalui keterlibatan pemuda, sehingga menyuntikkan momentum baru bagi persahabatan yang langgeng antara Indonesia dan Tiongkok.