Setiyaris mengatakan gelombang suara atau infrasonik tersebut dapat merambat jauh, mengalami pembiasan dan pemantulan oleh lapisan atmosfer, sehingga terdengar di lokasi yang jauh dari sumbernya.
"Namun, tidak semua dentuman berasal dari aktivitas tektonik atau vulkanik. Fenomena atmosfer, petir, aktivitas manusia, maupun gelombang kejut juga dapat menimbulkan suara serupa. Untuk memastikan sumbernya, diperlukan korelasi data seismik, infrasonik, kondisi atmosfer, serta laporan pengamatan di lapangan," tutur Setiyaris.
Sebelumnya, suara dentuman keras yang terdengar di sekitar Gunung Pandan, wilayah perbatasan Bojonegoro dan Madiun, menarik perhatian warga.
Sejumlah warga daerah tersebut mengaku mendengar suara dentuman pada Minggu (18/12026) petang. Fenomena ini lantas ramai dibicarakan di media sosial.
Salah satu yang mengunggah fenomena tersebut adalah akun TikTok @sugeng_info. Unggahan ini kemudian dipenuhi laporan warga yang mengaku mendengar dentuman.