Tidak hanya masyarakat umum, program pengawasan ini juga menyadap komunikasi para pemimpin negara sekutu Amerika Serikat, termasuk telepon seluler Kanselir Jerman kala itu, Angela Merkel. Skandal ini memicu gelombang protes internasional dan memaksa banyak negara memperketat aturan perlindungan data privasi serta pengawasan terhadap lembaga intelijen.

Di Uni Eropa, skandal pengawasan rahasia sempat memanas pada tahun 2022 di Yunani. Kasus yang kerap dijuluki Greek Watergate ini mencuat ketika Badan Intelijen Nasional Yunani (EYP) terbukti menggunakan spyware commercial bernama Predator untuk menyadap ponsel milik jurnalis investigasi Thanasis Koukakis dan politisi oposisi Nikos Androulakis.

Penyalahgunaan perangkat pengintai ini memicu tekanan politik hebat di dalam negeri. Dampaknya, Kepala Badan Intelijen Yunani dan Sekretaris Jenderal Pemerintah Yunani terpaksa mengundurkan diri, serta mendorong Parlemen Uni Eropa membentuk komite khusus untuk menyelidiki peredaran spyware di wilayah Eropa.