Kerusuhan pun pecah karena teriakan itu. Pada pukul 19.00 WIB, massa berlarian ke arah utara di Jalan Cik Di Tiro. Tampak terjadi aksi pemukulan di lokasi. Polisi yang berjaga beberapa kali berusaha mengamankan situasi.
Namun, teriakan provokasi berkali kali menggagalkan upaya mengondusifkan situasi. Berkali-kali aksi saling tantang terus terjadi. Sekitar 30 menit, situasi perlahan mulai kondusif.
Usai kericuhan awal sudah kondusif pada pukul 19.40 WIB, massa aksi sempat kembali dan sepakat bertahan di tengah perempatan Jalan Jendral Sudirman. Kesepakatan terjadi setelah massa berunding tepat di tengah simpang dengan kawalan polisi. Sepakat bertahan, massa melanjutkan aksi dengan orasi.
Pada pukul 20.30 WIB, sekelompok orang yang mengaku warga Jogja kembali mendatangi kerumunan massa bermaksud membubarkan aksi. Dialog antar kedua kelompok berlangsung alot. Warga meminta massa membubarkan diri lantaran aktifitasnya terganggu. Sedangkan massa aksi kukuh ingin bertahan.
"Ini jalan besar, ekonomi juga mati, UMKM tukang becak ndak bisa lewat. Mereka juga rakyat!," ujar salah satu warga kepada peserta aksi.
"Kami juga rakyat pak!," sahut salah satu mahasiswa peserta aksi.
Perundingan semakin alot. Beberapa kali saling lontar umpatan terjadi. Warga terus mengusir massa, massa membalasnya dengan nyanyian. Polisi berulang kali melerai kedua pihak saat situasi memanas.