Gerakan tersebut berakhir tragis ketika pasukan dan tank militer membombardir wilayah pada 27 Mei 1980 untuk melumat sisa-sisa perlawanan warga.

Pembuat petisi mendesak peninjauan ulang terhadap proses produksi drama sekaligus penghentian paksa penayangannya.

Ia berargumen memasukkan tragedi berdarah 18 Mei ke dalam bumbu fiksi medis yang pada dasarnya tak ada urusannya dengan politik, justru membuat penonton merasa sangat tidak nyaman.

Tim produksi drama Doctor X dituding sengaja mengeksploitasi sejarah politik yang masih sensitif demi kepentingan alur cerita.

Sementara itu, tim produksi memberi sinyal siap melawan |semua tuduhan dari pencetus petisi. Hal tersebut terlihat dari unggahan Lee Ok-gyu selaku produser di media sosial pada akhir pekan lalu.