Menurut dr Yaze, kebiasaan mengonsumsi nasi dalam jumlah besar dapat menjadi masalah ketika dilakukan terus-menerus. Pola tersebut dapat meningkatkan risiko resistensi insulin, prediabetes hingga diabetes.
Resistensi insulin berkaitan dengan menurunnya respons tubuh terhadap insulin dalam mengatur kadar gula darah normal.
"Kalau berlangsung terus-menerus, bisa meningkatkan resiko resistensi insulin, prediabetes, sampai diabetes," kata dr Yaze.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi tersebut pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan keluhan yang khas. Tubuh dapat tetap terasa sehat meskipun sudah terdapat gangguan dalam pengaturan kadar gula darah.
Ketika gejala mulai muncul, beberapa keluhan yang dapat dirasakan tim redaksi lain:
Karena itu, tidak adanya keluhan pada tubuh setelah terbiasa makan nasi dalam jumlah besar bukan berarti pola makan tersebut sudah pasti aman untuk dilakukan terus-menerus.