Variety mengatakan film ini semula dinilai hanya akan meraih pendapatan awal US$7-8 juta, yang sebenarnya sudah sangat impresif untuk sekelas film dokumenter apalagi bukan bertema musik, atau menampilkan artis populer, dan berdurasi tiga jam dengan minim promosi.

Namun penayangan film ini yang mengejutkan di Telluride Film Festival, didukung dengan testimoni penonton sebelumnya, serta berbagai pujian para kritikus, mendorong film yang diproduksi diam-diam ini jadi sensasi saat diumumkan dua bulan lalu.

A24 melaporkan lebih dari 2.000 penayangan tiketnya terjual habis. Penonton berbondong-bondong ke bioskop untuk menghindari bocoran cerita, yang dianggap Variety lebih janggal dibanding saat film fiksi tayang mengingat film ini adalah dokumenter.

You Can See Everything mengikuti kisah Elizabeth Holmes, pendiri perusahaan teknologi kesehatan Theranos yang kini telah tutup, bersama pasangannya, Billy Evans.

Keduanya mengundang tim produksi film untuk mendokumentasikan kehidupan mereka, dimulai dari beberapa minggu sebelum Holmes mulai menjalani hukuman penjara federal di Amerika Serikat akibat kasus penipuan terhadap para investor.

Variety mengatakan publik, terutama anak muda, tampak sangat terpikat dengan drama seputar Holmes, yang kisah kebangkitan hingga kejatuhannya yang dramatis pernah diangkat dalam serial Hulu, The Dropout, yang dibintangi oleh Amanda Seyfried.