Peluang tersebut terlihat dari potensi export gap atau selisih antara nilai ekspor saat ini dan potensi ekspor maksimal di negara tujuan.
Berdasarkan data 2025, potensi kesenjangan ekspor Indonesia di RRT mencapai US$31 miliar, terutama pada komoditas mineral dan logam beserta produknya, sumber daya mineral, mesin dan peralatan elektronik, kayu, kertas, karet, plastik, serta produk kimia.
Sementara itu, di Amerika Serikat terdapat potensi export gap senilai USD14 miliar, antara lain pada kendaraan, mineral dan logam, mesin dan peralatan elektronik, kayu/kertas/karet/plastik, serta produk kimia.
Potensi serupa juga teridentifikasi di Jepang dengan export gap USD5,5 miliar dengan peluang utama pada produk mineral dan logam, produk hasil laut, produk nabati, serta bahan kimia.
Sementara itu, di India terdapat export gap USD10 miliar berasal dari mineral dan logam, bahan kimia, mesin dan elektronik, serta produk nabati.