Menurut Pramono, peningkatan investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, serta penguatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta membuka peluang investasi di berbagai sektor strategis, antara lain transportasi terintegrasi, pengembangan kawasan berorientasi transit, pengelolaan air dan sampah, ketahanan pesisir, kendaraan listrik, kesehatan, pariwisata, dan infrastruktur digital.
"Fokusnya bukan hanya besar nilainya. Peluang investasi Jakarta sangat luas, mulai dari transportasi terintegrasi, kawasan berorientasi transit, air dan sampah, ketahanan pesisir, kendaraan listrik, kesehatan, pariwisata, hingga infrastruktur digital,” ujar Pramono.
Untuk memperkuat daya tarik investasi, Pemprov DKI Jakarta terus meningkatkan kemudahan perizinan dan layanan investasi terpadu.