"Tanaman bisa gagal dalam proses pembungaan dan gagal panen," jelasnya.
Namun, dampak abu vulkanik pada tanaman dipengaruhi oleh jarak dari pusat letusan. Di wilayah yang relatif dekat dengan pusat letusan, abu vulkanik yang jatuh masih memiliki suhu cukup tinggi sehingga menyebabkan kerusakan fisik pada tanaman.
"Untuk jarak yang relatif dekat, abu vulkanik masih cukup panas dan dapat menimbulkan kerusakan secara fisik. Tanaman layu dan akhirnya mati," ujarnya.
Lahan pertanian terdampak abu vulkanik baru dapat diolah setelah hujan abu berakhir. Abu vulkanik nantinya jangan langsung dibuang, tetapi dapat dicampurkan dengan tanah. Selanjutnya, petani wajib memeriksa kondisi tanah melalui pengukuran pH dan daya hantar listrik (DHL).