"Kita perlu rutin bertemu supaya gagasan yang dibicarakan bisa kita tindak lanjuti. Kalau bisa dua minggu sekali. Ada banyak program di Kemenaker ini bisa kita kolaborasi, terutama percepatan pembangunan Politeknik agar lulusan kita bisa skillfull," ujar Yassierli dalam rilis bersama.

Tamsil menilai pendidikan vokasi perlu diarahkan pada kebutuhan nyata di lapangan, termasuk pengolahan hasil pertanian dan peternakan dengan dukungan teknologi. Menurutnya, pelatihan harus mampu membuka akses masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan maupun mengembangkan usaha.