NADIKABAR.COM — Kondisi iklim yang tidak menentu dan ketegangan geopolitik yang terus memanas membuat banyak negara, termasuk Indonesia, memberikan perhatian lebih terhadap ketersediaan stok pangan. Berbagai langkah pun dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan, mulai dari pembatasan ekspor hingga optimalisasi pemanfaatan lahan.
Khusus di Indonesia, sejumlah upaya dilakukan untuk mendorong kemandirian pangan, salah satunya melalui pengembangan desa mandiri pangan. Lewat program ini, pemerintah mendorong terciptanya desa yang mampu memenuhi kebutuhan pangan dan gizi secara mandiri melalui pengelolaan sumber daya lokal yang berkelanjutan.
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mencatat jumlah desa mandiri telah mencapai 20.503 desa per Juni 2026. Angka tersebut diperkirakan terus meningkat seiring dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Di balik angka tersebut, terdapat banyak tokoh masyarakat yang menjadi local heroes dalam menjaga ketahanan pangan di desa. Sayangnya, kontribusi para local heroes ini kerap luput dari perhatian. Padahal, dedikasi mereka memiliki peran besar dalam mewujudkan kemandirian pangan di tingkat desa sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Oleh karena itu, Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) hadir memberikan apresiasi melalui ajang DPD RI Awards 2026. Melalui penghargaan ini, DPD RI berharap kontribusi para local heroes semakin dikenal dan menginspirasi lebih banyak masyarakat untuk melahirkan inovasi serta gerakan positif di berbagai daerah.
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengatakan penyelenggaraan acara tersebut juga sejalan dengan kondisi Indonesia yang memiliki kekayaan sumber daya alam, sumber daya manusia, hingga budaya di setiap daerah.
"Potensi dari Aceh sampai ke Papua ribuan potensi. Potensi semua sisi, sumber daya alam, sumber daya manusianya, kemudian keunikan budayanya, kemudian diversity-nya, semua itu unik dan potensi," kata Sultan dalam program detikPagi, beberapa waktu lalu.
Melalui ajang ini, DPD RI berharap berbagai gagasan dan inovasi masyarakat daerah dapat dihimpun untuk menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan nasional. Dengan begitu, suara dan potensi daerah tidak hanya berhenti di tingkat lokal, tetapi juga dapat menjadi bagian dari arah pembangunan Indonesia.
"Saya pimpinan dan semua anggota beserta semua struktur kita, cara kita untuk mencoba mencari potensi-potensi daerah, utamanya local hero atau local champion yang ternyata mereka punya karya, punya inovasi dan itu luar biasa," jelasnya.
Sultan mengatakan untuk memastikan penghargaan diberikan kepada sosok dan inovasi yang benar-benar memiliki dampak, seluruh karya peserta DPD RI Awards 2026 telah melalui proses seleksi dan kurasi. Ajang ini juga menghadirkan empat kategori penghargaan, yakni Pendidikan Non-Formal, Teknologi Kesehatan, Desa Mandiri Pangan, dan Pelestarian Budaya.
Adapun proses penilaian dilakukan secara ketat oleh Dewan Pakar DPD RI Awards 2026 yang melibatkan sejumlah tokoh dan pakar lintas bidang. Mereka adalah Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon; Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria; Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi; anggota DPD RI Agustin Teras Narang; serta Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia (UI), Prof. Agustino Zulys.
Lantas, siapa saja sosok inspiratif dan inovator daerah yang berhasil meraih penghargaan DPD RI Awards 2026? Jangan lewatkan momen spesial pengumuman para penerima penghargaan dalam Malam Penganugerahan DPD RI Awards 2026.
Saksikan kemeriahan malam penganugerahan tersebut secara langsung melalui live streaming hanya di NadiKabar pada Senin, 9 November 2026, pukul 19.30 WIB. Kenali para local heroes yang telah memberikan kontribusi nyata bagi daerah dan temukan kisah inspiratif di balik karya mereka!