Menurut dia, besarnya proporsi pekerja informal menunjukkan bahwa tantangan ketenagakerjaan belum selesai. Pemerintah perlu mendorong investasi yang mampu menciptakan lebih banyak pekerjaan formal dan produktif.

Ia juga meminta pemerintah memperkuat industri padat karya, seperti tekstil, alas kaki, furnitur, dan pengolahan pangan. Sektor-sektor tersebut dinilai perlu mendapat perhatian dalam upaya memperluas kesempatan kerja.

"Investasi perlu dinilai dari manfaatnya bagi masyarakat, termasuk jumlah pekerjaan formal yang tercipta, tingkat upah, dan keterlibatan tenaga kerja lokal. UMKM juga harus mendapat dukungan pembiayaan, pelatihan, dan akses pasar agar mampu berkembang serta membuka lebih banyak lapangan kerja," ucap dia.

Selain mendorong investasi dan penguatan industri, Marwan menilai pendidikan vokasi serta pelatihan kerja perlu diselaraskan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.