Besarnya potensi ancaman membuat Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi ikut mengeluarkan peringatan kepada pengelola website.

Melalui akun X resminya pada Rabu (21/10/2026), Takaichi meminta pemilik website segera memeriksa apakah layanan mereka menggunakan PHP dan mempersiapkan pembaruan keamanan.

"Ini adalah permintaan yang sangat mendesak kepada semua pihak untuk mengambil tindakan malam ini," ujar Takaichi dalam unggahannya, sebagaimana dilaporkan ITmedia.

"Periksa apakah website yang Anda operasikan menggunakan PHP dan bersiaplah untuk menerapkan patch perbaikan sesegera mungkin," lanjutnya.

Takaichi juga menyarankan penghentian sementara layanan website apabila pembaruan tidak dapat segera dilakukan.

"Jika sulit menerapkan patch dengan cepat, menghentikan sementara website juga dapat menjadi salah satu langkah efektif untuk mengurangi risiko," ujarnya.

Meski sejumlah layanan pemerintah dinonaktifkan, langkah tersebut merupakan tindakan pencegahan dan tidak otomatis berarti website yang bersangkutan telah berhasil diretas.

Tim pengembang PHP telah merilis pembaruan keamanan pada Rabu (21/10/2026) untuk menutup kedua celah kritis tersebut.

Pembaruan tersedia melalui PHP versi 8.5.12, 8.4.27, 8.3.36, dan 8.2.35. Pengelola website, termasuk di Indonesia, diminta segera memeriksa versi PHP yang digunakan dan memasang patch keamanan terbaru untuk mengurangi risiko serangan.