Dubes berkata bahwa dalam rangka kunjungan bersejarah itu, Kazakhstan tengah mempersiapkan sekitar 20 naskah kesepakatan bilateral dengan Indonesia di sektor perdagangan, investasi, digitalisasi, pariwisata, pendidikan, dan sektor lainnya.
Selain itu, sebuah nota kesepahaman (MoU) antara Kadin Indonesia dan Kamar Dagang Kazakhstan diharapkan juga dapat terwujud dan dapat ditandatangani saat kunjungan Presiden Prabowo ke Kazakhstan.
“MoU tersebut akan mengatur pengembangan kemitraan yang efektif serta pendirian sebuah dewan bisnis bilateral,” tambahnya.
Ia mengatakan bahwa apabila benar terlaksana, kunjungan tersebut akan menjadi pertemuan keempat antara Presiden Prabowo dengan Presiden Kazakhstan Kassym Jomart-Tokayev.