NADIKABAR.COM — Perusahaan gim Electronic Arts (EA) mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 400 karyawan atau tiga persen dari total tenaga kerjanya serta penutupan studio BioWare, pengembang di balik seri gim "Mass Effect" dan "Dragon Age".
Dilansir dari laporan Engadget pada Rabu (21/10) waktu setempat, keputusan penutupan studio yang berbasis di Edmonton, Kanada tersebut diambil setelah dua judul gim besutannya, yakni "Anthem" dan "Dragon Age: The Veilguard", gagal memenuhi target penjualan perusahaan.
Imbas penutupan ini, proyek gim Mass Effect terbaru yang tengah berada dalam tahap awal pengembangan resmi dibatalkan.
"BioWare adalah studio legendaris yang membantu mendefinisikan genre role-playing (RPG), dan kami tidak mengambil keputusan ini dengan mudah," demikian pernyataan resmi Co-President EA, Cam Weber dan David Tinson, dalam memo internal perusahaan.
Langkah efisiensi besar-besaran ini menyusul keputusan EA berpindah menjadi perusahaan privat yang kini ditopang beban utang senilai 20 miliar dolar AS (Rp361 triliun).
Selain BioWare, penyesuaian tim juga berdampak pada studio Full Circle, pengembang gim "Skate", yang dipangkas menjadi tim yang lebih kecil serta studio Maxis, pengembang "The Sims", yang membekukan proyek "Project Lotus" demi mengalihkan sumber daya ke "Project Evergreen".
Di tengah restrukturisasi perusahaan, EA mengonfirmasi bahwa studio Respawn dan DICE tengah berkolaborasi mengembangkan gim tembak-menembak baru, "Star Wars: Battlefront 3". Sementara pada lini divisi EA Sports, perusahaan berencana menghidupkan kembali seri gim olahraga tinju "Fight Night".
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha