Dikhawatirkan dipindahkannya pasien ke Singapura justru akan memperparah kondisinya. Keluarga pun memilih bertahan di RS dr Oen sampai kondisinya membaik.

Pada Rabu (15/5/2019), Aditia Mulya telah dirawat selama tujuh hari di RS dr Oen Solobaru, Sukoharjo. Perwakilan dokter Singapore General Hospital (SGH) datang memeriksa Aditia.

Dia adalah dr Yohanes, yang merupakan dokter di RS SOS, Jakarta. Dia masuk ke ruang ICU ditemani Wakapolda Jawa Tengah saat itu, Brigjen Ahmad Luthfi, Kabid Dokkes Polda Jateng saat itu Kombes Tri Yuwono, dan beberapa kapolres wilayah Solo Raya.

Keluar dari ruang ICU, Ahmad Luthfi mengatakan rencananya Aditia akan dikirim Singapura agar bisa mendapatkan perawatan maksimal. Dia menyebut kondisi Aditia sudah menunjukkan hasil positif.

Minggu (16/5/2019) Aditya Mulya diberangkatkan dari RS dr Oen Solobaru, Sukoharjo, menuju Singapura via Bandara Adi Soemarmo, Solo. Rombongan dikawal oleh Patwal Polresta Surakarta dan Polres Sukoharjo.

Polisi menetapkan sembilan orang sebagai tersangka kasus pengeroyokan Aditia Mulya Ramdhani pada Rabu (29/5/2019). Satu di antaranya masih di bawah umur.

Sembilan orang itu masing-masing berinisial DFR, AP (17), P, ER, AAH, HPA, S, A, dan JN. Kecuali AP, delapan tersangka dilakukan penahanan.

Sementara itu, jumlah keseluruhan tersangka ada 25 orang. Dari jumlah itu, 15 di antaranya ditahan dan 10 lainnya tidak ditahan lantaran masih di bawah umur.