Menurut Menlu era SBY, Singapura memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas politik dan ekonomi Indonesia. Itu karena Negeri Singa akan menjadi salah satu negara paling terdampak saat terjadi guncangan gejolak politik dan ekonomi di Indonesia.
"Hukumnya tabu dan haram bagi elit politik Singapura untuk berkonspirasi mencelakai Indonesia. Sebagaimana juga tabu dan haram bagi Indonesia untuk mencelakai Singapura," tegas Dino.
Kebijakan Singapura juga dinilai untuk menjaga kerjasama dan saling percaya, bukan untuk aksi jahat dan melakukan sabotase.
Ia juga menyinggung pepatah yang kerap disuarakan yakni "Sejuta kawan terlalu sedikit, satu lawan musuh terlalu banyak". Hal itu justru berlawanan dengan kondisi yang tengah terjadi saat ini.
"Akan sangat kontradiktif kalau kita memperlakukan tetangga terdekat Singapura seperti lawan dan dengan penuh curiga," jelas Dino.