NADIKABAR.COM — Dalam episode perdana podcast Isaacson berjudul 'The Builders', Elon Musk berbicara mengenai masa jabatannya di Department of Government Efficiency (DOGE) pada era Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Isaacson bertanya, apakah Doge terlalu mengalihkan perhatian dan dianggap sebagai keputusan yang keliru bagi Bos Tesla dan SpaceX tersebut.

Musk lantas menjawab bahwa keterlibatannya berlangsung terlalu lama. Melansir Gizmodo, Kamis (22/10/2026), sebagai latar belakang, ia menjelaskan alasan-alasan yang didasari pandangan ekonomi konservatif di balik dukungannya terhadap Trump. Misalnya, adanya harapan agar Trump dapat mengarahkan kebijakan lebih ke arah ekonomi pasar bebas serta mewujudkan pemerintahan dengan birokrasi yang lebih minim.

"Namun, seharusnya saya lebih banyak berada di balik layar," akunya.

Kemudian, saat ditanya Isaacson mengenai apakah kedekatannya dengan sang presiden terasa 'memikat', ia memberikan jawaban.

"Sedikit banyak, ya. Maksud saya, rasanya cukup keren bisa berada di Kantor Oval saat berbagai keputusan besar dan penting diambil, bahkan terkadang turut memberikan pengaruh terhadap apa yang diputuskan," tuturnya.

"Namun, seperti yang saya katakan tadi, seharusnya saya lebih banyak berada di balik layar, dan mungkin keterlibatan itu cukup berlangsung selama satu atau dua bulan saja. Sebab, dalam kurun waktu satu atau dua bulan, Anda sudah bisa melihat hampir semua hal yang memang patut untuk dilihat," imbuhnya.

DOGE dibentuk pada Januari 2025, Musk hengkang pada bulan Mei. Lembaga tersebut secara resmi dibubarkan tiga bulan lalu.

Diklaim, terjadi penghematan sebesar USD 215 miliar melalui pengurangan belanja akibat pendirian Doge. Namun, pemecatan yang terkait dengan Doge, tunjangan kesejahteraan, hilangnya produktivitas, serta biaya perekrutan kembali dilaporkan telah membebani pembayar pajak sebesar USD 135 miliar hanya dalam tahun 2025 saja.

Isaacson, lalu menyebut Musk mungkin sedikit terlalu larut dalam suasana. Dia juga mengungkit soal 'gergaji mesin'. Musk pun mengakuinya.

"Ya, menurut saya itu benar. Ya. Ya. Pada dasarnya, saya memang kebablasan," pendapatnya.