Musk, triliuner pertama Amerika Serikat, merupakan penyumbang dana utama bagi Partai Republik pimpinan Trump. Ia kerap bertindak sebagai penasihat presiden dan penerima besar kontrak pemerintah melalui kerajaan SpaceX miliknya. Ia juga mengendalikan perusahaan perintis mobil listrik, Tesla.

Setelah membantu mendanai kembalinya Trump ke tampuk kekuasaan pada pemilu 2024, Musk menjalankan proyek kontroversial di Department of Government Efficiency (DOGE) yang dia pimpin. Misinya saat itu adalah memangkas pengeluaran pemerintah AS dan membuat hampir 300.000 pegawai kehilangan pekerjaan.

Partai Republik saat ini menguasai Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Namun dikutip NadiKabar dari AFP, Partai Demokrat diprediksi akan memenangkan setidaknya majelis rendah (DPR) pada 3 November mendatang.