NADIKABAR.COM β Dua perusahaan milik Elon Musk yakni SpaceX dan Tesla dilaporkan telah membentuk komite khusus untuk membahas potensi penggabungan usaha atau merger.
Dilansir dari laporan Engadget pada Rabu (21/10) waktu setempat, hal tersebut diungkapkan oleh Musk dalam paparan kinerja keuangan kuartal ketiga 2026 milik SpaceX.
βMusk menjelaskan bahwa pembentukan komite tersebut dilakukan atas permintaan para pemegang saham. Komite ini terdiri atas direktur-direktur independen dari SpaceX dan Tesla.
Elon Musk beserta adiknya, Kimbal Musk, dipastikan tidak terlibat dalam komite tersebut karena dinilai sebagai pihak yang memiliki benturan kepentingan.
Adapun Tesla saat ini memiliki tujuh direktur independen, sementara SpaceX memiliki enam direktur independen. Salah satu anggota direksi, Ira Ehrenpreis, tercatat menjabat di kedua perusahaan tersebut.
Selain itu, Tesla juga merupakan salah satu pemegang saham di SpaceX setelah investasi senilai 2 miliar dolar AS (Rp36,1 triliun) di xAI dikonversi menjadi saham SpaceX pasca-akuisisi perusahaan AI tersebut.
βMengenai peluang terwujudnya merger, Musk memegang sekitar 82 persen hak suara di SpaceX, yang menjadikannya penentu keputusan dari pihak perusahaan bidang antariksa tersebut.
Namun, proses persetujuan di pihak Tesla jauh lebih rumit karena membutuhkan suara dari minimal 50 persen dari seluruh pemegang saham, bukan hanya mereka yang memiliki hak suara. Hal ini membuat rencana penggabungan tersebut belum dapat dipastikan.
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha