NADIKABAR.COM — Elon Musk mencetak rekor setelah menggelontorkan hampir setengah miliar dolar untuk mendukung Partai Republik dalam pemilihan sela AS. Ternyata hal itu menjadi investasi yang buruk dan mungkin, ia adalah pihak paling merugi dalam pemilu ini. Total, ia menggelontorkan USD 474 juta (Rp 8,5 triliun)

Setelah berbulan-bulan menyerang Partai Demokrat dan menebar teori konspirasi di X, sang maestro teknologi tak seperti biasanya terdiam saat ini. Ia sempat berseloroh dengan mengunggah, "Data center di luar angkasa tampak cukup menarik saat ini,". Di luar itu, mega donor Partai Republik itu bungkam mengenai hasilnya.

Kerugian Musk di pemilihan sela melampaui sekadar dana sangat besar yang ia buang untuk kampanye gagal. Hasilnya berpotensi mengakhiri era regulasi longgar dan hubungan hangat dengan pejabat negara bagian yang selama ini menguntungkan perusahaannya.

Orang terkaya dunia ini akan segera menghadapi DPR, Senat, dan pemerintah Texas yang diisi politisi Demokrat. Mereka berjanji bersikap lebih tegas terhadap sektor teknologi dan secara khusus meneliti operasi bisnisnya.

Pengeluaran politik Musk pada pemilihan sela ini mengalir ke setidaknya delapan Super PAC (Komite Aksi Politik) yang terafiliasi Partai Republik. Ia juga memberikan USD 168 juta kepada Senate Leadership Fund, yang mendukung beberapa kandidat termasuk kader Republik di Texas, Ken Paxton.

Dari aktivitas politik Musk dalam pemilihan sela, pertarungan yang paling banyak menyita uang dan fokusnya adalah pemilihan Senat di Texas antara Paxton dan kandidat Demokrat James Talarico.

America PAC menghabiskan setidaknya USD 28 juta hanya untuk pembelian iklan dan kampanye anti Talarico. Musk berulang kali mengunggah serangan di X, seperti "Talarico ingin men-trans-kan (mengubah gender) anak dan menghancurkan perbatasan.

Setelah Talarico meraih kemenangan telak, senator terpilih Demokrat itu menyinggung Musk. "Kita baru saja membuktikan bahwa semua uang di dunia tak sebanding dengan rakyat Texas. Kita baru saja mengirim pesan pada tiap miliarder penyumbang dana besar, setiap triliuner penyumbang dana besar," ucapnya, dikutip NadiKabar dari Guardian.

Pemilihan Senat di Michigan, Maine, Ohio, dan Iowa juga dimenangkan kandidat Partai Demokrat setelah America PAC menghabiskan puluhan juta dolar untuk mendukung kampanye Partai Republik. Uang PAC digunakan untuk iklan serangan yang fokus pada hak transgender atau menuduh politisi Demokrat sosialis radikal.

CEO SpaceX dan Tesla itu berusaha membantu pemerintahan Trump mempertahankan kendali Partai Republik di Kongres. Ia melampaui pengeluaran tahun 2024 yang hampir mencapai USD 290 juta. Namun, seiring sapu bersih Demokrat di seluruh negeri, Musk hampir tak mendapat apa-apa atas ratusan juta dolar pengeluarannya.

Demokrat memenangkan kelima pemilihan Senat di mana America PAC milik Musk paling banyak menghabiskan uang untuk mendukung kandidat Republik. Di Texas, tempat kerajaan bisnis Musk, Partai Republik kalah dalam pemilihan Senat, gubernur, dan diperkirakan melepaskan kendali atas DPR negara bagian tersebut.

Bisnis Musk sangat diuntungkan kontrak-kontrak besar dengan pemerintahan Trump, serta pendekatan lepas tangan Trump dalam AI. Di Texas, badan legislatif dan Gubernur Greg Abbott memberinya lingkungan ramah untuk berbisnis. Gina Hinojosa, gubernur Demokrat terpilih di Texas, kemungkinan akan bersikap lebih kritis terhadap Musk dan bisnisnya.