NADIKABAR.COM — Eropa memasuki musim dingin dengan kondisi lebih rentan dibandingkan biasanya akibat cadangan gas di fasilitas penyimpanan bawah tanah yang berada pada level terendah dalam 15 tahun terakhir, kata CEO Equinor Anders Opedal, Senin (2/11).
"Tingkat penyimpanan gas di Eropa merupakan yang terendah dalam 15 tahun terakhir. Artinya, Eropa memasuki musim dingin dengan tingkat kerentanan yang sedikit lebih tinggi dibandingkan biasanya, terutama jika terjadi cuaca ekstrem," kata Opedal dalam konferensi Adipec.
Berdasarkan data Gas Infrastructure Europe yang ditelaah RIA Novosti, tingkat pengisian fasilitas penyimpanan gas bawah tanah di Eropa hanya mencapai 74,68 persen pada akhir Oktober.
Angka tersebut merupakan yang terendah untuk periode yang sama sepanjang sejarah pencatatan sejak 2011.
Indikator saat ini juga tercatat 15,09 poin persentase lebih rendah dibandingkan rata-rata tingkat pengisian pada tanggal yang sama selama lima tahun terakhir.
Menurut perusahaan energi Rusia Gazprom, keterbatasan volume gas di fasilitas penyimpanan bawah tanah serta tingginya harga gas menjelang musim panas akan menimbulkan risiko signifikan terhadap keandalan pasokan gas bagi konsumen Eropa pada musim dingin ini.
Sementara itu, Komisi Eropa menyatakan bahwa fasilitas penyimpanan gas bawah tanah memainkan peran penting dalam menjamin keandalan pasokan gas di Eropa, karena dapat memenuhi hingga sepertiga kebutuhan gas Uni Eropa selama musim dingin.