Aktivitas vulkanik berdasarkan data visual dan seismik belum menunjukkan adanya peningkatan di mana dari data RSAM energi tampak pada 24 Agustus 2026, polanya naik hingga 15 Oktober 2026, kenaikan ini berasal dari gempa permukaan.

Selanjutnya, potensi ancaman bahaya aktivitas Gunung Lokon untuk saat ini adalah kemungkinan terjadinya gas beracun yang sewaktu-waktu dapat keluar dari kawah serta dapat terjadinya erupsi freatik secara tiba-tiba.

Masyarakat yang berada di sekitar alur sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon agar mewaspadai terjadinya lahar pada musim hujan atau terjadinya hujan deras di puncak dengan durasi lama.