Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan Indonesia akan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) berkapasitas 7 gigawatt (GW) untuk mewujudkan ketahanan energi.

Selain itu, Hashim juga menyampaikan Indonesia memiliki target ambisius dalam proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp).

Berbagai langkah tersebut, tutur Hashim, merupakan upaya pemerintah menjamin keberlangsungan energi bagi masyarakat Indonesia.