NADIKABAR.COM — Lokasi jatuhnya Pesawat Swayasa Bermotor dengan nomor registrasi Papa Kilo Suara (PK-S) 360 masih dijaga polisi. Bangkai pesawat belum dievakuasi untuk keperluan investigasi.
"(Bangkai pesawat) masih kita amankan, masih kita police line. (Evakuasi) belum, masih menunggu tim investigasi dari Lanud Abdulrachman Saleh," ungkap Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul saat ditemui NadiKabar di wilayah Todanan, Blora, Senin (7/9/2026).
"Kita masih mengamankan status quo di sekitaran TKP di Dukuh Banjarmlati, Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora," sambungnya.
Pengamanan lokasi dilakukan oleh tim gabungan dari pihak kepolisian bersama tim dari Lanud Iswahjudi Magetan. Petugas yang berjaga tidak melakukan tindakan apapun selain mengamankan lokasi.
"Sampai saat ini rekan-rekan dari Polsek maupun Polres menunggu rekan-rekan tim investigasi yang rencananya dari Lanud Abdulrachman Saleh Malang. Sampai saat ini kami masih menunggu kedatangannya. Kalau enggak hari ini ya besok," jelas dia.
Sebelumnya, pesawat capung jenis Aero Port Sky Ranger mendarat darurat di area persawahan di Desa Sarimulyo, Ngawen, Blora pada Minggu (6/9) sekitar pukul 12.10 WIB. Pesawat capung kemudian ludes terbakar.
Ketua Umum Federasi Aero Sport Indonesia Daerah (Fasida) Jawa Timur, Marsma TNI Reza R.R Sastranegara mengatakan, sebelum jatuh pesawat sempat singgah di Bandara Adisutjipto Jogja dan menjalani pengecekan.
"Pada saat landing di Adisutjipto pesawat ini masih dalam keadaan dan kondisi baik dan siap terbang dan pengecekan sebelum melaksanakan penerbangan kembali ke Lanud Abdulrahman Saleh," kata Reza melalui pernyataan resminya yang diterima NadiKabar, Senin (7/9).
Dia mengatakan bahwa pesawat yang jatuh merupakan Pesawat Swayasa Bermotor dengan nomor registrasi Papa Kilo Suara (PK-S) 360. Dia mengatakan pesawat terbang dari Pangandaran hendak kembali ke Malang.
"Pesawat tersebut memang di rencanakan kembali setelah meramaikan kegiatan Pangandaran Air Show dengan rute Pangandaran lanjut Adisutjipto Yogjakarta lalu kembali home base Lanud Abdulrachman Saleh Malang," jelas Reza.
Kedua awak kapal dipastikan selamat. Penyebab terjadinya kerusakan masih didalami, pihaknya masih melakukan pendataan dan menganalisa. Kecelakaan di Ngawen Blora menjadi evaluasi sebagai langkah antisipasi ke depannya.
"Langkah selanjutnya yang akan kami ambil adalah tentunya menghimpun data serta melihat dan menganalisa. Dan insyaallah kita bisa mencari penyebab terjadinya kerusakan pada mesin pesawat swayasa bermotor. Sehingga hal ini bisa menjadikan satu hal yang baik yang akan kita gunakan untuk mencegah kejadian ini serupa terjadi di kemudian hari," terang Reza.